SEKILAS YAYASAN BATIK INDONESIA
Batik mengandung unsur seni, kerajinan tangan dikerjakan para wanita sejak dahulu menggunakan alat sederhana canting dan pewarna alami dari tumbuhan. Kegiatan industri berkembang pesat, kemudian batik secara massal dihasilkan melalui proses pembatikan menggunakan cap, pewarnaan pengaruh dari negara maju, tanpa meninggalkan nilai timur yang tinggi dan masih tampak pada unsur pengerjaan tangan secara terampil menonjolkan kehalusan karya seninya. Tantangan yang dihadapi perlunya melestarikan dan meningkatkan nilai tambah. Adanya kekhawatiran diakuinya batik milik budaya negara asing, maka perlu diambil langkah perlindungan, pengakuan dan penghargaan di negeri asal sendiri. Untuk itulah tahun 1994 diprakarsai oleh Ibu Ginandjar Kartasasmita, Bapak Ir. Firdaus Ali dan Bapak DR. Dipo Alam MEM dibentuk suatu wadah yang diberi nama Yayasan Batik Indonesia didirikan pada tanggal 28 Oktober 1994 dijiwai semangat Sumpah Pemuda. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Partisipasi aktif menggalang persatuan, kesatuan Nasional, melestarikan, melindungi, mengembangkan dan memasyarakatkan Batik Nasional sebagai warisan budaya bangsa hasil karya seni bernilai tinggi kekayaan nyata Indonesia. 2. Memajukan batik dan usaha kerajinan batik, kegiatan ekonomi bernilai tambah, pada gilirannya mampu mendukung pemerataan dan peningkatan pendapatan, pengusaha batik kecil dan tradisional. |